FHISIP Universitas Terbuka Gelar OSC 2026, Soroti Tata Kelola Digital dan Tantangan Kecerdasan Buatan | FHISIP UNIVERSITAS TERBUKA

TANGERANG SELATAN — Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan The 8th Open Society Conference 2026 (OSC 2026), konferensi internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk membahas transformasi digital, tata kelola, dan tanggung jawab sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Mengusung tema "Bridging Technological Innovation, Governance and Social Responsibility: Advancing Digital Interconnectivity, Social Capital, and Global Resilience", OSC 2026 menegaskan pentingnya menempatkan inovasi teknologi dalam kerangka tata kelola yang bertanggung jawab, penguatan modal sosial, dan ketahanan masyarakat.

Konferensi ini diselenggarakan bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip), Indonesia, dan Jesselton University College, Malaysia, sebagai co-host. Dari 154 artikel yang masuk, 100 lolos peer review untuk dipresentasikan peneliti dari Indonesia, Malaysia, dan India.

Konferensi dibuka oleh Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT yang mewakili Rektor, sebagai wujud komitmen UT memperluas dialog akademik dan kolaborasi internasional. Sambutan disampaikan oleh Dr. Ma Istianda, S.I.P., M.Si., Dekan FHISIP UT selaku tuan rumah; Dr. Ro'hari Susan Nugraha, S.Sos., M.Si., Ketua Departemen Administrasi Bisnis FISIP Undip yang mewakili Dekan FISIP Undip; dan Prof. Dr. Muhammad Afzan Khan, Vice Chancellor Jesselton University College.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.I.P., hadir sebagai keynote speaker melalui rekaman video, memperkuat relevansi konferensi dalam membahas pengelolaan ruang digital, perlindungan masyarakat, dan tata kelola teknologi yang adaptif.

Salah satu isu penting adalah perlunya pendekatan kritis terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kemajuan teknologi dinilai tidak cukup diukur dari kecepatan inovasi atau otomatisasi, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan kualitas hidup, memperluas akses, dan menjaga kepentingan masyarakat.

Dr. Edmon Makarim, S.Kom., S.H., LL.M., Associate Professor Fakultas Hukum Universitas Indonesia, menyoroti pentingnya hukum dan akuntabilitas dalam pemanfaatan teknologi, sedangkan Prof. Rahmat Budiman mengangkat pemanfaatan AI untuk mendukung pendidikan. Konferensi juga membahas dampak lingkungan infrastruktur digital: kebutuhan energi dan air pusat data mengingatkan bahwa transformasi digital memiliki konsekuensi ekologis yang perlu diperhitungkan dalam kebijakan.

Ivo Peshev, pendiri Skuzika yang mengembangkan otomatisasi akuntansi berbasis AI di Bulgaria, mengangkat potensi specialized AI agents, yakni sistem AI yang dirancang untuk kebutuhan tertentu. An-Chun Cheng, Ph.D., Research Fellow Graduate School of Social Science, Chiba University, Jepang, membahas pengalaman pekerja migran Indonesia yang memanfaatkan pendidikan jarak jauh dan teknologi digital untuk meningkatkan kapasitas diri dan mengembangkan karier. Prof. Dr. Siti Aisyah, M.Si., Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik UT, menyoroti pentingnya moderasi sosial di era digital.

Rangkaian pembahasan ini menunjukkan bahwa tantangan transformasi digital tidak hanya soal ketersediaan teknologi, tetapi juga kualitas institusi, literasi masyarakat, tanggung jawab penyelenggara platform, dan kemampuan komunitas membangun kepercayaan.

OSC 2026 membahas sembilan subtema: kewirausahaan digital, administrasi publik, hukum, komunikasi, tata kelola, perpajakan, ekosistem informasi, modal sosial, dan ketahanan masyarakat, yang membuka ruang pertukaran perspektif lintas disiplin. Konferensi ini juga dihadiri perwakilan Badan Kerja Sama Fakultas Hukum dari 15 perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia, memperluas peluang jejaring dan kolaborasi lintas institusi.

Penyelenggaraan OSC 2026 didukung mitra sponsor BTN, BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, Gramedia, Telkom, serta Wardah dari PT Paragon Technology and Innovation. Dukungan penerbitan diberikan oleh Dinasti Publisher, Greenation Publisher, Siber Nusantara Publisher, Alkindy Publisher, Askarya Publisher, Ilomata, IDSCIPUB, dan Atlantis Press.

Melalui konferensi edisi kedelapan ini, UT dan para mitra berharap dapat memperluas jejaring akademik internasional, mendorong pertukaran pengetahuan lintas disiplin, serta menghasilkan penelitian dan kolaborasi yang berkontribusi pada pemanfaatan teknologi secara inklusif, adil, dan bertanggung jawab. OSC 2026 menegaskan bahwa masa depan transformasi digital ditentukan bukan hanya oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan manusia dan institusi mengelolanya berlandaskan etika, hukum, tanggung jawab sosial, dan kepentingan publik.