Tangerang Selatan, 30 Juli 2026 – Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) menerima kunjungan akademik sekaligus sesi diskusi bersama perwakilan lembaga non-pemerintah (non-governmental organization/NGO) asal Taiwan, Annie Kuan dari 1095 Migrants Cultural Association, serta peneliti dan penggiat pendidikan relawan dari Chiba University, Jepang, An-chun Cheng.  Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran dan Kerja Sama Anto Hidayat, S.IP., M.Si. beserta jajaran dosen dari beberapa program studi serta turut dihadiri oleh perwakilan dari UT Luar Negeri. Pertemuan ini membahas model pemberdayaan, dinamika pendidikan tinggi jarak jauh, serta tantangan adaptasi sosial dan akademik bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
Dalam pemaparannya, Annie Kuan menyoroti peran penting komunitas pekerja migran di Taichung City, Taiwan, yang berjumlah ratusan ribu jiwa. Pihaknya mencatat bahwa banyak pekerja migran yang bekerja di sektor informal maupun industri berat tetap memiliki semangat tinggi untuk menempuh pendidikan tingkat sarjana secara online di tengah keterbatasan waktu kerja. Ia juga menyampaikan ketertarikannya terhadap strategi Universitas Terbuka dalam menjangkau para pekerja migran agar dapat mengakses pendidikan tinggi, sekaligus menyoroti isu-isu kesejahteraan psikologis dan kesehatan mental yang dihadapi para pekerja migran di tengah tekanan pekerjaan lintas budaya.

Sementara itu, An-chun Cheng selaku peneliti dari Chiba University mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pendidikan terbuka yang diusung oleh Universitas Terbuka dalam merangkul puluhan ribu mahasiswa Indonesia di luar negeri, termasuk persebaran jumlah mahasiswa di Jepang yang mencapai ribuan orang. Berdasarkan pengalaman akademis dan kegiatan relawan yang telah dijalaninya di Jepang, ia mengapresiasi bagaimana pendidikan tinggi terbuka mampu memberikan kesempatan belajar lintas usia dan latar belakang tanpa hambatan geografis.

Menanggapi diskusi tersebut, Dr. Irsanti Widuri Asih menjelaskan bahwa FHISIP memiliki sembilan program studi yang terbuka secara global bagi para pekerja migran. Sembilan program studi tersebut meliputi S1 Sosiologi, S1 Administrasi Bisnis, S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Administrasi Negara, S1 Perpajakan, S1 Ilmu Perpustakaan, serta S1 Sastra Inggris. FHISIP Universitas Terbuka memaparkan komitmen institusi dalam menjalankan mandat khusus pemerintah sejak tahun 1984 untuk memberikan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan terjangkau bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk diaspora dan pekerja migran di lebih dari 50 negara di seluruh dunia. Dengan sistem pembelajaran fleksibel yang didukung oleh empat fakultas utama, UT juga memiliki sekolah vokasi dan pascasarjana sehingga terus berupaya menghadirkan solusi akademik guna meningkatkan kapasitas diri, kesadaran hukum, serta kemandirian karier bagi para pekerja migran di berbagai belahan dunia.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin jejaring kolaborasi riset serta pertukaran gagasan yang berkelanjutan antara Universitas Terbuka, institusi pendidikan global seperti Chiba University, serta pemerhati isu migran internasional dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara global.