FHISIP Universitas Terbuka Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja BKS Dekan Fakultas Hukum PTN Wilayah Barat | FHISIP UNIVERSITAS TERBUKA

JAKARTA — Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (FHISIP UT) secara resmi bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Badan Kerja Sama (BKS) Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Wilayah Barat yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (14/10/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan sinergitas akademik, perluasan jejaring kelembagaan antarperguruan tinggi, serta pembahasan keberlanjutan kepengurusan organisasi periode 2026–2028.

Kegiatan rapat kerja ini merupakan bagian integral dari rangkaian agenda akademik FHISIP UT periode 14–16 Oktober 2026. Pembukaan forum koordinasi dipimpin langsung oleh Dekan FHISIP UT, Dr. Meita Istianda, bersama Ketua BKS Dekan FH PTN Wilayah Barat, Dr. Suherman.

Dalam forum koordinasi tersebut, terdapat lima agenda strategis yang dibahas secara mendalam oleh para pimpinan fakultas hukum:

  1. Pembentukan LAM Hukum: Target penetapan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Hukum yang diproyeksikan selesai paling lambat akhir Desember 2026.
  2. Kolaborasi Internasional: Rencana kunjungan akademik dan kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.
  3. Penetapan Tuan Rumah Mendatang: Penunjukan FH Universitas Malikussaleh (April 2027) dan FH Universitas Jambi (September 2027) sebagai tuan rumah pertemuan selanjutnya.
  4. Kerja Sama Kelembagaan: Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FHISIP UT dan FH Universitas Syiah Kuala.
  5. Penguatan Tata Kelola Organisasi: Pembahasan tindak lanjut kepengurusan dan tata kelola kelembagaan BKS.

Penyelenggaraan The 8th Open Society Conference (OSC) 2026

Sebagai kelanjutan dari rangkaian kegiatan akademik, FHISIP UT menggelar konferensi internasional The 8th Open Society Conference (OSC) 2026 pada Kamis (15/10/2026) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Konferensi yang mengusung tema "Bridging Technological Innovation, Governance and Social Responsibility: Advancing Digital Interconnectivity, Social Capital, and Global Resilience" ini mengkaji tatakelola inovasi teknologi digital yang bertanggung jawab serta dampaknya terhadap masyarakat.

Ketua Panitia OSC 2026, Bahir Muhammad, mengonfirmasi bahwa dari 154 artikel penelitian yang masuk, sebanyak 100 artikel dinyatakan lolos proses peer-review untuk dipresentasikan oleh para peneliti dari Indonesia, Malaysia, dan India. Hasil publikasi diarahkan pada jurnal-jurnal terindeks Scopus (Q4), Sinta (S2–S4), serta Atlantis Press.

Dalam sesi akademis, para pimpinan universitas menekankan pentingnya integritas akademik di era transformasi digital:

  • Penggunaan Artificial Intelligence (AI): Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT, Prof. Rahmat Budiman, menekankan pentingnya etika akademik dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial. Sebagai langkah preventif dan regulatif, UT telah menerbitkan Peraturan Rektor (Pertor) terkait pedoman etika penggunaan AI yang diintegrasikan langsung pada sistem registrasi mahasiswa (MyUT).

  • Tantangan Era Digital: Dekan FHISIP UT, Dr. Meita Istianda, menggarisbawahi potensi risiko kepraktisan digital, seperti disinformasi, misinformasi, dan dampak fenomena platformisasi terhadap posisi publik.

Konferensi internasional ini menghadirkan jajaran pakar dan akademisi lintas negara, antara lain Dr. Edmon Makarim (Universitas Indonesia), Prof. Dr. Siti Aisyah (Universitas Terbuka), An-Chun Cheng, Ph.D. (Chiba University, Jepang), Ivo Peshev (Skuzika), serta Prof. Dr. Mohamad Afzhan Khan (Jesselton University College, Malaysia).