
Tangerang Selatan, 22 Mei 2026 - Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (FHISIP UT) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan akademik internasional melalui program Visiting Professor dan Coaching Clinic bersama akademisi dari Australian National University, Prof. Edward Aspinall, pada 21–22 Mei 2026.
Kegiatan hari pertama yang dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026) mengangkat tema “Indonesia in the Digital Era: Transformation of Power in a Modern Government System” dan diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan YouTube. Kegiatan tersebut dibuka oleh Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan juga dihadiri oleh jajaran Dekanat FHISIP UT. Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Edward Aspinall membahas dinamika perubahan sistem pemerintahan Indonesia di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin pesat.
Dalam pemaparannya, Prof. Aspinall menjelaskan bahwa dalam dua hingga tiga dekade terakhir Indonesia mengalami tiga tren besar dalam tata kelola pemerintahan, yaitu demokratisasi yang disertai gejala democratic backsliding, meningkatnya praktik klientelisme politik, serta tumbuhnya model kesejahteraan sosial melalui berbagai program bantuan pemerintah.

Menurutnya, digitalisasi membawa pengaruh besar terhadap praktik demokrasi di Indonesia. Di satu sisi, teknologi digital membuka ruang partisipasi masyarakat dan memperkuat kontrol publik terhadap pemerintah melalui media sosial dan platform digital. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kontrol kekuasaan melalui pengawasan ruang digital, penyebaran disinformasi, hingga manipulasi opini publik.
“Digitalisasi tidak memiliki dampak tunggal terhadap demokrasi. Teknologi dapat memperkuat partisipasi warga negara, tetapi juga dapat digunakan untuk memperkuat kontrol kekuasaan,” jelas Prof. Aspinall, juga menyoroti meningkatnya praktik politik uang dan klientelisme yang dinilai menjadi salah satu faktor pelemahan demokrasi di Indonesia. Tingginya biaya politik menyebabkan pejabat terpilih rentan terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Dalam konteks tersebut, digitalisasi dinilai belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan klientelisme karena sebagian besar praktik politik transaksional berlangsung secara informal.
Selain membahas demokrasi dan tata kelola pemerintahan, Prof. Aspinall turut mengulas perubahan budaya politik masyarakat akibat digitalisasi. Menurutnya, masyarakat saat ini mulai bergerak dari budaya literasi menuju budaya post-literate yang ditandai dengan dominasi komunikasi singkat, konten hiburan, serta menurunnya tradisi membaca dan berpikir kritis. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas partisipasi politik masyarakat.
Kegiatan Visiting Professor ini dimoderatori oleh Husna Putri Pertiwi, S.S.T., M.B.A. dan diikuti oleh sivitas akademika Universitas Terbuka serta masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada hari kedua, Jumat (22/5/2026), melalui kegiatan Coaching Clinic bertema “Strategies for Writing High Quality Academic Papers for Scopus-Indexed Journals” yang dimoderatori oleh Grace Prima Apriani Sihombing, M.Sos.
Dalam sesi tersebut, Prof. Edward Aspinall membagikan berbagai strategi dalam menyusun artikel ilmiah berkualitas untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya membangun argumen penelitian yang kuat, menentukan research puzzle, menyusun literature review yang relevan, hingga memahami proses publikasi dan peer review pada jurnal akademik internasional.
Prof. Aspinall juga menekankan bahwa artikel ilmiah yang baik harus memiliki kontribusi kebaruan, argumentasi yang jelas, serta mampu terhubung dengan diskursus akademik yang lebih luas. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya ketekunan dan konsistensi dalam proses publikasi ilmiah.

Melalui rangkaian kegiatan ini, FHISIP UT berharap dapat memperluas wawasan global sivitas akademika serta memperkuat budaya akademik dan publikasi ilmiah bertaraf internasional di lingkungan Universitas Terbuka.
Program Visiting Professor dan Coaching Clinic ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Terbuka dalam menghadirkan atmosfer akademik internasional, memperkuat jejaring global, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan penelitian di Indonesia.