PKM Program Studi Sosiologi Universitas Terbuka Serahkan “Sociolex” Kepada MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan | FHISIP UNIVERSITAS TERBUKA

TANGERANG SELATAN, 28 Oktober 2026 — Program Studi Sosiologi, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Universitas Terbuka (UT), menyerahkan Kamus Sosiologi Interaktif “SOCIOLEX” kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Tangerang Selatan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Rabu (28/10). Kegiatan yang berlangsung di Gedung FHISIP Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai pemanfaatan “SOCIOLEX” dalam pembelajaran sosiologi dan peluang pengembangan kolaborasi berikutnya.

“SOCIOLEX” merupakan hasil kolaborasi Program Studi Sosiologi UT dengan guru-guru sosiologi yang tergabung dalam MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan. Melalui produk ini, kolaborasi perguruan tinggi dan guru sekolah menengah diwujudkan dalam bentuk sumber belajar yang memadukan kamus istilah sosiologi dengan dukungan akses digital. Kegiatan ini tidak hanya menandai penyerahan produk, tetapi juga membuka ruang bagi para guru untuk menyampaikan tanggapan, berbagai pengalaman pembelajaran, serta mendiskusikan kemungkinan pengembangan “SOCIOLEX” agar semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Suasana Kegiatan PkM Prodi Sosiologi UT, Ketua MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan, Siti Munawarah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan tanggapan dalam Focus Group Discussion (FGD)

Ketua Program Studi Sosiologi UT, Nur Hayati, S.Pd., M.A., menyampaikan apresiasi kepada guru-guru sosiologi di Kota Tangerang Selatan atas kontribusi mereka dalam menyelesaikan “SOCIOLEX”. Dalam sambutannya, ia menyoroti proses penyusunan kamus yang berlangsung sekitar tiga bulan dan berharap produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran sosiologi di sekolah. Nur Hayati juga menyampaikan harapan agar kolaborasi dengan MGMP dapat berlanjut melalui kegiatan yang mendekatkan Program Studi Sosiologi UT dengan lingkungan sekolah, termasuk kemungkinan kunjungan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai pembelajaran sosiologi.

Ketua MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan, Siti Munawarah, S.Pd., M.Pd., menyambut positif terwujudnya “SOCIOLEX”. Ia mengapresiasi kesempatan dan fasilitas yang diberikan UT, yang telah membuka ruang bagi para guru untuk mengembangkan kreativitas menulis hingga menghasilkan buku bersama. Ia juga berharap “SOCIOLEX” menjadi langkah awal bagi berbagai kegiatan kolaboratif lainnya, bukan menjadi akhir dari kerja sama yang telah terjalin. Sementara itu, Ketua Tim PkM Program Studi Sosiologi UT, Grace Prima Apriani Sihombing, M.Sos., menjelaskan bahwa gagasan pengembangan buku telah dibicarakan bersama Ketua MGMP sejak 2025 sebelum direalisasikan pada 2026. Proses pengerjaan kemudian dimulai pada Mei 2026 melalui webinar yang melibatkan Grace dan Nur Hayati untuk membahas rencana serta teknis penulisan. Dalam sambutannya, Grace berharap “SOCIOLEX” dapat mendukung guru dan peserta didik dalam mempelajari sosiologi sekaligus menjadi bagian dari upaya membumikan ilmu sosiologi melalui sumber belajar yang lebih menarik dan mudah dimanfaatkan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penulis “SOCIOLEX” oleh Ketua Program Studi Sosiologi UT, Nur Hayati, S.Pd., M.A., kepada Ketua MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan, Siti Munawarah, S.Pd., M.Pd. Selanjutnya, Grace Prima Apriani Sihombing, M.Sos., menyerahkan buku fisik “SOCIOLEX” kepada Siti Munawarah sebagai perwakilan MGMP.

Penyerahan sertifikat penulis dan buku fisik “SOCIOLEX” kepada MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan

Pada kesempatan yang sama, Grace Prima Apriani Sihombing dan Siti Munawarah menandatangani dokumen kesediaan mitra untuk bekerja sama pada tahun 2027. Dokumen tersebut menjadi bagian dari upaya melanjutkan kolaborasi antara Program Studi Sosiologi Universitas Terbuka dan MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan.

Penandatanganan dokumen kesediaan kerja sama tahun 2027 oleh Ketua Tim PkM Prodi Sosiologi UT dan Ketua MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan

Setelah penyerahan produk, kegiatan dilanjutkan dengan FGD yang dimoderatori oleh Aprilia Cahyani Prabudiantoro Putri, S.Sos., M.Si. Diskusi diarahkan pada pengalaman guru dalam mengajarkan sosiologi, potensi integrasi “SOCIOLEX” ke dalam kegiatan pembelajaran, serta masukan mengenai penyajian materi dan dukungan digital yang menyertai buku. Dalam diskusi, Siti Munawarah menyampaikan tanggapan positif terhadap tampilan “SOCIOLEX” yang dinilainya menarik dengan warna variatif. Ia mendorong para guru untuk memikirkan bentuk kegiatan pembelajaran yang dapat memanfaatkan buku tersebut agar peserta didik terdorong untuk mencari tahu dan mempelajari konsep sosiologi lebih mendalam. Tanggapan peserta juga menyoroti keragaman tokoh sosiologi yang diperkenalkan dalam “SOCIOLEX”. Pengenalan pemikir sosiologi, termasuk tokoh Indonesia seperti Soerjono Soekanto, dinilai dapat memperluas referensi peserta didik yang selama ini mungkin lebih akrab dengan sejumlah tokoh yang sering dibahas di kelas.

Para guru turut berbagi pengalaman tentang strategi mengajar, mulai dari meminta peserta didik mengembangkan kata kunci menjadi uraian hingga memanfaatkan media digital untuk meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran. Dalam konteks tersebut, “SOCIOLEX” dibahas sebagai salah satu sumber pendukung yang berpotensi digunakan untuk memperkaya aktivitas belajar, termasuk sebagai bahan eksplorasi konsep dan alternatif kegiatan kuis.

Diskusi juga membahas konsep interaktivitas “SOCIOLEX” dan pemanfaatan akses digital melalui QR Code yang mengarahkan pengguna ke situs web terkait. Grace, Ketua Tim PkM, menjelaskan bahwa konten digital tersebut mencakup istilah sosiologi dan biografi tokoh yang juga terdapat dalam buku fisik. Selain itu, “SOCIOLEX” memiliki fitur kuis pada versi cetak maupun digital. Situs web “SOCIOLEX” masih terbuka untuk pengembangan lebih lanjut. Karena itu, masukan guru menjadi salah satu bahan yang dapat dipertimbangkan untuk penyempurnaan konten dan fitur agar produk semakin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Adapun pengembangan akses digital, publikasi yang lebih luas, dan kemungkinan distribusi produk masih memerlukan proses serta pembahasan lanjutan.

Pada akhir diskusi, moderator menekankan bahwa kebermanfaatan produk pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh produk itu sendiri, tetapi juga oleh kesesuaiannya dengan kebutuhan guru dan penerapannya dalam praktik pembelajaran. Oleh sebab itu, masukan yang terkumpul melalui FGD menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya. Berbagai usulan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum ditetapkan menjadi bentuk kegiatan. Meski demikian, diskusi ini membuka ruang untuk mengeksplorasi kolaborasi yang tidak hanya menghasilkan produk pembelajaran, tetapi juga menghubungkan pembelajaran sosiologi dengan potensi lokal dan persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kegiatan PkM yang diselenggarakan Program Studi Sosiologi FHISIP Universitas Terbuka bersama MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan memperlihatkan peran kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru dalam menghasilkan serta mengevaluasi sumber belajar. Melalui penyerahan “SOCIOLEX” dan FGD, para peserta tidak hanya membahas hasil yang telah dicapai, tetapi juga menyampaikan masukan mengenai pemanfaatan dan kemungkinan pengembangan produk ke depan. Dokumen kesediaan mitra untuk bekerja sama pada 2027 turut menjadi bagian dari upaya melanjutkan hubungan kolaboratif tersebut. Melalui rangkaian kegiatan ini, Program Studi Sosiologi UT dan MGMP Sosiologi Kota Tangerang Selatan diharapkan dapat terus membangun ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang mendukung pembelajaran sosiologi di sekolah.


Mari bersama membumikan Sosiologi!

Penulis: Shinta Asiah Bilqis

Dokumentasi: Bagas Ardi Muliana