Mendedah Peran Pancasila, Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas Bangsa di Tengah Pandemi

TANGERANG SELATAN (1/7/20) – Memupuk rasa solidaritas bangsa dan kebersamaan menjadi tantangan tersendiri di tengah pandemi Covid19. Benih solidaritas dan kebersamaan yang telah disemai apik dan mendalam pada sila Pancasila seyogianya menjadi kekuatan bangsa ini dalam menghadapi setiap ujian. Hal ini karena Pancasila sebagai ideologi bangsa sarat dengan modal sosial untuk memanifestasikan rasa solidaitas dan kebersamaan.

Berlatar belakang pada gagasan tersebut, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) menggelar serangkaian seminar daring (webinar) bertajuk “Membangun Bangsa dan Merajut Kebersamaan”. Seri pertama dalam rangkaian seminar tersebut dilaksanakan pada Rabu (1/7/2020).

Webinar yang bertemakan “Radikalisme di Masa Pandemi: Mendedah Peran Pancasila” ini menghadirkan aktivis, cendekiawan muda, dan pemerhati Pancasila Yudi Latief, MA., Ph.D sebagai narasumber. Hadir juga dalam webinar ini tiga panelis yang merupakan dosen di bidang ilmu sosial dan ilmu politik dari Universitas Terbuka, Dr. Siti Aisyah, S.IP., M.Si., Drs. Boedhi Oetoyo, M.A., Dr. Effendi Wahyono, M.Hum., serta dimoderatori oleh dosen Prodi Doktor Administrasi Publik Dr. Susanti, M.Si.

Narasumber dan panelis memaparkan pentingnya Pancasila sebagai esensi dasar kesatuan Bangsa Indonesia

 Yudi Latief, MA., Ph.D. mengajak peserta untuk tidak saja memahami, tetapi juga menalar konsep solidaritas dan kebersamaan yang telah tertuang dalam sila-sila Pancasila. Makalahnya yang berjudul “Eksklusivisme: Kritik Ideologi Perspektif Pancasila” didiskusikan secara kritis dalam webinar ini.

Selaras dengan tema yang diusung pada webinar ini, Dr. Siti Aisyah, S.IP memaparkan “Penanganan Radikalisme pada Aras Pemerintahan Daerah di Masa Pandemi”. Ia menegaskan bahwa radikalisme diibaratkan seperti virus yang terus menjadi ancaman dalam kehidupan berbangsa. “Sehingga nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat menjadi sangat penting untuk diimplementasikan”, ujarnya.

Sementara itu, Drs. Boedhi Oetoyo, M.A. menyoroti “Pancasila versus Radikalisme di Masa Pandemik: Apa yang Keliru Pada Pendidikan Pancasila Kita?”. Menurutnya, nilai Pancasila merupakan modal kuat yang dimiliki Bangsa Indonesia. Namun, tantangannya yaitu masih adanya missing link  pada generasi muda dalam menghayati identitas bangsa ini.

Tak kalah menarik, Dr. Effendi Wahyono, M.Hum. mengupas ”Pandemi, Negara, dan Civil Society: Pelajaran dari Sejarah”. Ia memaparkan secara detail pengalaman dan pola-pola sikap dan pengambilan keputusan sebuah negara dalam menghadapi pandemi. “Kita bisa belajar dari sejarah dalam menyelesaikan berbagai masalah”, tegasnya.

Webinar yang berlangsung selama dua jam ini dihadiri oleh 128 orang peserta dari sivitas akademika Universitas Terbuka dan masyarakat umum. Peserta begitu antusias menyampaikan pertanyaan melalui fitur “tanya dan jawab”. Sesi tanya jawab tersebut berlangsung secara berkesinambungan.

Dekan FHISIP UT Dr. Sofjan Aripin. M.Si. menegaskan, dengan mengikuti webinar ini, sivitas akademika UT diharapkan semakin terdorong untuk memupuk rasa solidaritas bangsa dan kebangsaan, terutama di tengah kondisi wabah Covid19.  Selain itu, mahasiswa UT dapat memanfaatkan webinar ini sebagai sumber pembelajaran terbuka. “Acara webinar ini sangat bagus untuk menambah pengetahuan karena materi yang disampaikan oleh narasumber sangat berbobot”, ujar Tulastri, peserta webinar.

Diskusi ini tidak hanya berhenti pada menalar Pancasila, tetapi akan dikupas pula pada Webinar FHISIP-UT seri selanjutnya dengan tema “Anugerah Perbedaan dan Citizenship”.

💢Rekaman Webinar ini dapat di Saksikan melalui Channel YouTube UT TV http://youtube.com/universitasterbukatv atau https://youtu.be/Jbf80pPfGqE